*PENJELASAN AUTOIMUN OLEH PAKAR*
Https://youtu.be/04Ut_zPNbs4

Dalam video tersebut _DR.dr.Iris Rengganis SpPD-KAI_ menjelaskan bahwa pola hidup sehat menyeluruh (Lima Dasar Hidup Sehat - LDHS) penting diterapkan oleh ODAI (orang dengan autoimmune) dan tentu juga penting diterapkan oleh siapapun yang ingin hidup semakin sehat dan produktif.

LDHS terdiri dari 5 pilar. Diantaranya adalah pilar *Gaya Hidup Sehat*, yang meliputi sub pilar pemilihan makanan sehat, pemeriksaan kesehatan berkala, menjaga kebersihan.

*TIPS MEMILIHAN MAKANAN SEHAT&IDEAL*
_Yonita Chandra DVM, MBA, CHC_

Pedoman memilih makanan sehat dan aman ini penekanannya lebih pada kualitas makanan. Dimana tentunya, makanan sebaiknya tidak mengandung (penambahan / residu) bahan kimia yang berbahaya seperti misalnya pestisida pada sayuran dan bua dan, P5: (Perasa / Pengawet / Penyedap & Pengaroma / Pewarna kimia / Pangan rekayasa genetika).
Sebaiknya kita memilih makanan yang terjamin dan diketahui benar proses pembuatannya dari penyediaan bahan makanan sampai terhidang. Hindari proses panjang yang tidak dapat dilacak. Konsumsi makanan "segar" dan bukan makanan kemasan.
Tergantung pada keadaan saluran cerna kita, makanan segar mentah dapat dikonsumsi. Sayuran sebaiknya bebas pestisida dan organik, namun bila belum memungkinkan mendapatkannya, jangan berkecil hati.
Pertimbangan konsumsi sayuran segar adalah karena masih mengandung enzim alami dan bakteri baik yang bagus yang membantu mencerna. Dapat dipertimbangkan untuk setidaknya mengkonsumsi 1/3 bagian sayuran segar dan selebihnya “light cooked”.(Tetapi tentu, kondisi setiap individu berbeda daya cerna dan daya absorpsinya, tergantung keadaan “Leaky Gut” masing-masing). Suhu ideal memasak sayuran : 42-45ºC, atau light cooked; ditumis atau dikukus bisa menjadi pilihan. Beberapa sayuran justru perlu dimasak.

Pertimbangan berikutnya adalah menghindari makanan yang dapat menimbulkan reaksi Food Sensitivity atau alergi.
Memilih makanan yang aman artinya memilih makanan yang tidak memicu reaksi tubuh. Karena setiap individu berbeda, tentu reaksi masing2 kita terhadap makanan juga berbeda-beda.


Ada beberapa jenis makanan yang sering disarankan untuk dihindari misalnya :

- Gluten: Fassano (2012) bahwa gluten menyebabkan gangguan permeabilitas mukosa usus (Leaky Gut) yang dinyatakan berkaitan dengan Autoimmune Disease.

-Nightshades plants (Solanoceae), seperti kelompok tomat, cabai, kentang, terung, dsb

-Seafood (udang, kepiting, kerang) dan ikan tidak bersisik (lele, belut)


Tips dalam memilih dan mengolah makanan:

1. Ayam: sebaiknya yang dagingnya tidak mengandung residu kimia seperti antibiotika dan pengawet yang berasal dari pakannya. Misalnya: ayam kampung free range dan ayam dengan pakan probiotik. Pastikan daging ayam bebas Salmonella sp.

2. Daging sapi/kambing/domba: sebaiknya pilih yang grass fed (hanya makan rumput saja), tidak mengandung residu kimia dalam daging Batasi konsumsi daging merah agar tidak berlebihan. Sebaiknya masak daging dengan api sedang (tidak dibakar), dibumbui rempah alami.

3. Ikan yang bersisik bersirip lebih aman dikonsumsi, pilih ikan yang tidak tercemar logam berat di lautan. Untuk ikan air tawar, bisa dipilih yang pakannya alami, tidak mengandung kimia berbahaya.

4. Telur merupakan asupan nutrisi yang lengkap, juga mengandung Omega3 pada kuning telurnya yang bersifat antiinflamasi. Pastikan memilih telur yang tidak mengandung residu antibiotika dan kimia lain, selain perlunya telur tsb. bebas Salmonella sp. Memasak telur jangan sampai overcooked.

5. Sayuran dan buah tentu sebaiknya bebas pestisida dan organik; tetapi bila belum bisa mendapatkannya bisa ditempuh cara sederhana dengan mencuci bersih, lalu mencuci dengan air bersih yang ditambahkan baking soda / lemon / cuka apel. (2sdt baking soda untuk 1 liter air).

6. Susu sering memicu lactose intolerance atau alergi. Bila masih bisa mengkonsumsi susu, pilih susu pasteurisasi. Susu kambing lebih sedikit menimbulkan masalah alergi.

7. Rotasi bahan makanan (tidak terus menerus mengkonsumsi) akan membantu menghindari food sensitivity dan reaksi tubuh.

8. Batasi asupan karbohidrat / gula yang tinggi dan tepung refinasi.

9. Memasak dengan suhu tinggi dapat mengurangi bahkan merusak nutrisi.

10. Penyajian makanan dan minuman (terutama yang panas) gunakan kontainer kaca atau kontainer stainless steel. Gunakan botol kaca atau BPA Free.

11. Pilih alat masak yang aman. Mengacu pada urutan alat masak yang aman,disarankan stainless steel atau titanium. Bisa dicoba mengakali untuk mencegah cemaran metal dari alat masak yang kurang aman. (Misalnya dengan menggunakan daun pisang / pepes.)

12. Pilih bahan makanan yang bisa memberikan efek anti inflamasi seperti Omega3 dari telur, kunyit, atau nanas (bagi yang bisa mengkonsumsi, tergantung individu masing2)

13. Konsumsi probiotik seperti kefir kelapa, fermentasi sawi putih dll merupakan asupan bakteri baiik untuk tubuh. Namun bila akan memulai sesuatu makanan / probiotik (kefir misalnya), sebaiknya dimulai dgn jumlah yang sangat minimal; lalu monitor reaksi tubuh yang terjadi; baru secara bertahap dilakukan peningkatan volume.

14. Bagi ODAI sebaiknya menghindari kondisi yang dapat diartikan tubuh sebagai fase krisis, yang mungkin bisa dianggap sebagai pemicu keadaan “flare up”.
Demikian beberapa hal dalam memilih bahan makanan ideal. Tentunya jika belum bisa menjangkaunya, jangan dijadikan beban. Gunakan tips ini sebagai panduan, bukan untuk menyurutkan semangat. Terus semangat menjalankan LDHS!


***Disclaimer: Tips ini hanya sekadar panduan pemilihan bahan makanan dan pengolahan makanan. Tidak bertujuan sebagai rekomendasi diet atau saran medis. Setiap individu berbeda reaksi dan kondisinya. Suatu makanan tertentu bisa ditolerir baik oleh seseorang namun bisa menimbulkan reaksi berbeda pada orang berbeda. Kemampuan mencerna makanan juga berbeda antar individu.
.
Referensi:
Beliveau R.& Gingras D, 2015: “Preventing Cancer”:Firefly Book Ltd.
- Fassano, 2012:https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2210989 6
- https://articles.mercola.com/…/2…/11/10/cooked-food-diet.asp
- https://draxe.com
- Reader’s Digest Book:”Food that Harm, Food that Heals”,; Reader’s Digest Association, Inc; 2013.