SEJARAH RS REKSA WALUYA

16 Mei 1946

Umat Kristen di Mojokerto melihat penderitaan para istri pejuang kemerdekaan yang memerlukan pertolongan pelayanan kesehatan. Ibu-ibu yang tergabung dalam Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) bersama-sama Partai KristenIndonesia (PARKINDO) kemudian bersepakat mendirikan Rumah Bersalin yang dinamakan Rumah Bersalin (RB) Rekso Wanito dengan mengambil tempat di rumah kediaman Keluarga Noeroso di Jl. Kediri 488 (sekarang Jl . Mojopahit) Mojokerto.

17 September 1946
RB Rekso Wanito diresmikan oleh Ibu Rahaju Sumukti, Ketua KOWANI (Korps Wanita Indonesia), yang selanjutnya ditetapkan sebagai hari jadi RSRW. Surat Ijin diterbitkan oleh Bupati Mojokerto, Dr. Sukandar setelah disetujui oleh Dr. Moersito sebagai Dokter Karesidenan Surabaya. Ibu Bidan Moekijem Noeroso merupakan pimpinan pertama RB Rekso Wanito.

17 Maret 1947
Saat tentara Belanda menduduki kota Mojokerto, RB Rekso Wanito terpaksa ditutup oleh karena semua karyawan harus mengungsi ke daerah yang aman.

Akhir tahun 1949
Setelah penyerahan kedaulatan, karyawan yang kembali dari pengungsian membuka kembali pelayanan RB Rekso Wanito.

8 Mei 1950
RB Rekso Wanito mendapat Surat Ijin Operasional dari Bupati Mojokertodengan Surat Keputusan Nomor 41/II/Perijinan tanggal 8 Mei 1950.

28 Mei 1951
Pengurus RB Rekso Wanito dibantu Angkatan Perang RI, membeli sebidang tanah dan rumah milik Keluarga Liem Bian Ing di Jl. Kediri No. 410 (saat ini Jalan Mojopahit 422) Mojokerto, seharga Rp 25.000,- (dua puluh lima ribu rupiah).

5 Pebruari 1954
RB Rekso Wanito berubah nama menjadi Rumah Sakit Bersalin Rekso Wanito dibawah Yayasan Rumah Sakit Bersalin Rekso Wanito, berdasarkan Akte Notaris, Notaris Sie Khwan Ho, Nomor 20 tanggal 5 Februari 1954. Pada saat Yayasan RSB Rekso Wanito mengalami kesulitan dalam mengelola RSB Rekso Wanito, Pengurus Yayasan RSB Rekso Wanito menyerahkan Yayasan dan RSB Rekso Wanito kepada Gereja Kristen Jawi Wetan Pasamuan Mojokerto setelah tidak ada gereja di Mojokerto yang bersedia mengambil alih pengelolaan RSB Rekso Wanito.

11 April 1972
Yayasan RSB Rekso Wanito berubah menjadi Yayasan RS Bersalin/Kanak-Kanak Rekso Wanito, berdasarkan Akta Notaris Nomor 1 tanggal 11 April 1972. Dewan Pengurus Yayasan dibentuk oleh GKJW Pasamuan Mojokerto serta bertanggung jawab kepada Majelis GKJW Pasamuan Mojokerto.

4 Maret 1974
RS Bersalin/Kanak- Kanak Rekso Wanito merubah nama dan sifat pelayanannya menjadi Rumah Sakit Reksa Waluya (RSRW), dan merubah nama Yayasan Rumah Sakit Bersalin/Kanak-Kanak Rekso Wanito menjadi Yayasan Rumah Sakit Reksa Waluya, berdasarkan Akta Notaris Nomor 6 tanggal 4 Maret 1974 yang dibuat oleh Notaris Soembono Tjiptowidjojo,

13 Juli 1975
Berdasarkan Rapat Majelis Jemaat GKJW Pasamuan Mojokerto Nomor 57/RW/1975 diputuskan untuk menggabungkan Yayasan Rumah Sakit Reksa Waluya ke dalam Yayasan Kesehatan GKJW, sehingga untuk selanjutnya RSRW berada dalam naungan Yayasan Kesehatan GKJW bersama-sama dengan Unit Pelayanan Kesehatan lainnya di lingkungan GKJW.***