NEWS UPDATE

23. Nop, 2018

DETEKSI DINI GANGGUAN DENGAR BAYI-ANAK

Pendengaran merupakan salah satu indra vital manusia. Apabila indra ini tidak berfungsi dengan baik, risiko gangguan bicara menjadi kemungkinan yang tidak dapat terelakkan, terutama apabila terjadi pada usia dini. Risiko ketulian yang terjadi pada bayi baru lahir bearda pada angka 2%. Berkaitan dengan kasus ini, tes atau skrining pend¬engaran harus dilakukan tidak hanya untuk mendeteksi namun juga menghindari terjadinya risiko gangguan pendengaran. Pada pasien dengan umur di bawah satu tahun, rehabilitasi pendengaran masih sangat mungkin dilakukan apabila orangtua secara sigap melakukan tes pendengaran sejak dini. Tes ini menjadi penting, karena apabila dibiarkan tumbuh dengan gangguan pendengaran yang tidak dapat terdeteksi, risiko gangguan kemampuan bicara pada anak juga semakin tinggi. Secara umum, tes untuk mendeteksi gangguan pendengaran terbagi atas dua jenis, yaitu subjektif dan objektif. Salah satu tes objektif pendengaran yang marak digunakan adalah Otoacoustic emission (OAE)R. OAE adalah skrining pendengaran untuk menilai sela rambut yang terdapat di rumah siput (koklea). Tes yang menggunakan alat berbentuk earphone ini dapat mengukur getaran suara dalam liang telinga. Secara sederhana, OAE bekerja sebagai stimulan juga receiver. Stimulus yang dipancarkan melalui alat seperti earphone atau sumbatan kecil ke telinga bayi / anak selama 5 – 10 menit tersebut kemudian ditangkap oleh sel rambut dengan sebelumnya telah terlebih dahulu menggetarkan gendang telinga dan melalui tulang pendengaran. Stimulus yang tertangkap oleh sel rambut ini kemudian mengahsilkan getaran yang kembali ditangkap oleh receiver. Setelah getaran diterima oleh receiver, barulah dapat diputuskan mengenai baik atau tidaknya fungsi koklea berdasrkan perbedaan amplitudo yang telah diterima.
Biasanya, gangguan pada sel rambut terjadi pada bayi-bayi dengan kondisi prematur, tingkat bilirubi tinggi, meningitis, riwayat Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegavirus, dan Herpes pada kehamilan dan faktor genetik. Pada bayi-bayi dengan kondisi demikian, skrining OAE adalah tes yang harus dilakukan untuk mendeteksi kemampuan mendengarnya. Namun tes ini juga dianjurkan untuk dilakukan meski dengan tanpa kondisi tersebut, bahkan pada bayi yang baru berusia 2 hari.
RS Reksa Waluya telah membuka pelayanan deteksi dini skrining OAE setiap hari Rabu pukul 12.00. Konsultasi bersama dr. Tutut Sriwiludjeng, Sp.THT

12. Mei, 2018

TELAH DIBUKA POLI UROLOGI

Spesialis urologi merupakan dokter atau ahli kesehatan yang khusus mempelajari atau menerapkan ilmu tentang diagnosa, penanganan, serta cara pencegahan dari berbagai jenis penyakit yang berhubungan dengan saluran kemih pada pria dan wanita serta masalah urogenital pada reproduksi pria.
Meskipun istilah urologi masih terasa asing ditelinga, namun sebenarnya hal tersebut telah diterapkan sejak zaman dahulu kala. Seorang ahli atau spesialis urologi biasanya dapat menangani (melakukan tindakan diagnosa, terapi , maupun saran-saran untuk pencegahan) beberapa kasus kesehatan seperti :

1. Batu ginjal
Suatu gangguan atau penyakit yang timbul akibat pembentukan material seperti batu pada organ ginjal manusia. Gejala batu ginjal terjadi akibat pengkristalan atau pengendapan zat-zat sisa makanan yang diserap dalam darah lalu kemudian disaring oleh organ ginjal.

2. Prostatis
Ini merupakan gangguan atau penyakit yang menyerang kelenjar prostat yang terletak di bawah kandung kemih, yang apabila kelenjar tersebut mengalami pembengkakan dapat menyebabkan ketidaklancaran atau tersumbatnya air kencing.

3. Epididimitis
Ini merupakan suatu gangguan penyakit yang terjadi akibat peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang terjadi pada kandung kemih maupun uretra.

4. Orchitis
Merupakan penyakit akibat terjadinya peradangan pada salah satu atau kedua testis yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang biasanya menyebabkan gondok.

5. Pielonefritis
Merupakan infeksi pada organ ginjal akibat terjadinya infeksi saluran kemih bagian bawah atau bisa juga karena adanya kuman yang terbawa dalam darah.

6. Sistitis bakterial
Merupakan peradangan yang terjadi pada kandung kemih yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

7. Uretritis
Merupakan infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh gangguan penyakit seksual yang menular.

RS Reksa Waluya telah membuka pelayanan poli Urologi setiap hari Selasa dan Kamis pukul 12.00 – 15.00 dilayani oleh dr. Prijambodo Tjatur Adi, Sp.U.

Keterangan lebih lanjut hubungi di 0321- 322170/ 322171 atau bagian Humas & Pemasaran 081 331 216 208 (direct).

12. Mei, 2018

POLI OBSTETRI DAN GINEKOLOGI (Obgyn)

Obstetri adalah cabang ilmu kedokteran yang khusus mempelajari kehamilanan dan persalinan. Sedangkan ginekologi adalah cabang ilmu kedokteran yang khusus mempelajari masalah reproduksi wanita.
Meski begitu, kedua cabang ilmu ini memiliki lingkup kerja yang masuk dalam dua masalah kesehatan terbesar pada wanita. Oleh sebab itu, spesialisasi kedua cabang ilmu ini digabung dalam satu keahlian yang disebut dengan istilah Obgyn. Di Indonesia, gelar spesialis Obestetri & Ginekologi (SpOG), atau yang lebih dikenal dengan sebutan dokter kandungan.
Obstetri adalah cabang ilmu kedokteran yang khusus mempelajari kehamilanan dan persalinan. Sedangkan ginekologi adalah cabang ilmu kedokteran yang khusus mempelajari masalah reproduksi wanita.
Meski begitu, kedua cabang ilmu ini memiliki lingkup kerja yang masuk dalam dua masalah kesehatan terbesar pada wanita. Oleh sebab itu, spesialisasi kedua cabang ilmu ini digabung dalam satu keahlian yang disebut dengan istilah Obgyn. Di Indonesia, gelar spesialis Obestetri & Ginekologi (SpOG), atau yang lebih dikenal dengan sebutan dokter kandungan.

Apa saja yang dilakukan oleh ahli obstetri?
Selama kehamilan, ahli obstetri akan melakukan beragam pemeriksaan, di antaranya:
• Memeriksa kondisi kesehatan yang sekiranya bisa menimbulkan masalah selama kehamilan atau mempengaruhi kesehatan bayi, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, risiko infeksi, ataupun kelainan genetik.
• Memantau kondisi janin Anda, termasuk rutin melakukan tes USG.
• Memberikan saran tentang diet, olahraga, dan tips sehat lainnya yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
• Membantu Anda mengatasi morning sickness, sakit punggung dan kaki, serta berbagai keluhan kehamilan lainnya.
• Menangani masalah seputar proses persalinan serta komplikasinya, misalnya perdarahan saat atau setelah persalinan, ruptur uteri, sepsis, kelahiran prematur, solusio plasenta, preeklampsia, dan lain sebagainya.
Frekuensi waktu berkunjung ke ahli obstetri biasanya beragam pada setiap wanita. Pasalnya ini tergantung anjuran dokter yang menangani kondisi Anda. Namun, biasanya dokter akan merekomendasikan pasiennya melakukan kunjungan rutin setiap trimester.

Apa saja yang dilakukan oleh ahli ginekologi?
Banyak perempuan, dewasa dan muda, yang sering mengeluhkan adanya masalah pada sistem reproduksi mereka. Nah, di sinilah peran spesialis ginekologi untuk membantu Anda. Ahli ginekologi akan membantu Anda dalam mendiagnosis masalah kesehatan organ reproduksi, pemeriksaan, hingga perawatannya.
Beberapa pelayanan yang bisa ditangani antara lain:
• Masalah yang berhubungan dengan vulva dan vagina seperti vulvovaginitis dan perdarahan nonmenstrual, serta keputihan.
• Masalah yang berhubungan dengan indung telur dan tuba falopi seperti endometriosis, PCOS, hingga kista atau tumor pada indung telur.
• Serta masalah seputar menstruasi, seperti menstruasi tidak teratur, PMS yang terasa amat sakit, hingga menopause. (disadur dari : hellosehat.com)

dr. Meliana Jayasauptra, Sp.OG merupakan dokter Spesialis Obgyn di RS Reksa Waluya. Praktek Setiap Senin – Jumat 11.00 dan Selasa & Rabu 18.00
Keterangan lebih lanjut hubungi 0321 – 322170 atau bagian Humas & Pemasaran 081 331 216 208 (direct)